​IDENTITAS AHLUSUNNAH WAL-JAMAAH vs. WAHABI

 

Suatu ketika Rasulullah & bersabda: ”Sesungguhnya orang sebelum kamu dari pengikut AhliI-kitab terpecah belah menjadi 72 golongan. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 dua golongan akan masuk ke neraka, dan satu golongan yang akan masuk surga, yaitu golongan aI-jama’ah.”

Hadis di atas, dan hadis-hadis lain yang serupa memberikan pesan kepada kita, bahwa umat Islam akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, 72 golongan akan masuk ke neraka, dan satu golongan akan masuk surga. Hadis tersebut tidak berhenti di situ saja, bahkan memberikan penjelasan lagi, tentang identitas satu golongan yang akan selamat itu, yaitu golongan yang mengikuti mainstream, aI-jama’ah. Di sini lahir sebuah pertanyaan, apa yang dimaksud al-jama’ah itu?

Baca lebih lanjut

Iklan

Batasan aurat wanita

Batasan Aurat Wanita
.
1. Bersama suami : Tidak ada batasan aurat baginya saat bersama suami, semua bebas terbuka kecuali bagian FARJI (alat kelamin wanita) yang terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama
2. Bersama lelaki lain : Menurut pendapat yang paling shahih seluruh tubuhnya hingga wajah dan kedua telapak tangannya, menurut pendapat yang lain wajah dan telapaknya boleh terbuka
3. Bersama lelaki mahramnya dan sesama wanita : Auratnya diantara pusar dan lutut
4. Di dalam sholat : Seluruh tubuh menjadi auratnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya
5. Saat sendiri : Menurut Imam Romli dalam Kitab Nihaayah al-Muhtaaj aurat wanita saat sendiri adalah ‘aurat kecil’ yaitu aurat yang wajib ditutup oleh seorang lelaki (antara pusar dan lutut)

 

Wallahu a’lam bis showab

Habib Ali Alhinduan menjawab – Batasan sakit yang tidak diperbolehkan berpuasa

Wa alaikumus salaam warohmatulloh, bagi orang yang sakit ada 3 keadaan ;
1. Jika disalah pahami bahwa sakit tersebut menjadi berbahaya yang membolehkan tayamum maka makruh untuk berpuasa dan boleh tidak berpuasa (ifthor).
2. Jika jelas adanya bahaya yang dimaksud atau menurut persangkaan yang kuat atau udzurnya sampai menjadikannya binasa atau hilangnya manfaat anggota tubuh maka haram untuk berpuasa dan wajib ifthor.
3. Jika sakitnya ringan sekira tidak disalah pahami bahwa sakit tsb berbahaya yang membolehkan tayammum maka haram untuk ifthor dan wajib berpuasa selagi tidak khawatir adanya tambahan pada sakit tersebut. Wallahu a’lam bis Showab.
. Baca lebih lanjut

SIAPA ITU AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH


Sering orang bertanya, apa itu Ahlu Sunnah Wal Jama’ah atau yang biasa disebut Aswaja. Dan siapa saja yang termasuk Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

Sudah ada istilah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dizaman Nabi atau belum ada, tidak menjadi problem. Yang penting adalah yang dimaksud dengan Ahlu Sunnah Wal Jamaah adalah orang-orang yang mengikuti dan mengamalkan Alqur’an dan Sunnah (ajaran) Nabi Muhammad Shallallahu alayhi Wasallam. Nabi bersabda ;

اني اوتيت القرأن و مثله معه.

“Saya diberikan Alquran dan yang semacamnya (yaitu Sunnah) bersama-Nya (Alqur’an)”

Para ulama berkata :

السنة شارحة للقرأن

“Sunah itu adalah penafsir bagi Alqur’an”. Baca lebih lanjut

Makna Panggilan Habib, Syarif, Sayyid

Al habib Abdullah bin Muhsin Al atthos mengatakan :

“Sesungguhnya tidak tampaknya khususiyah ahlu bait Rasulullah saw beserta kesempurnaan mereka dihadapan manusia seluruhnya adalah rahmat, karena andaikata khususiyah dan kesempurnaan ini ditampakkan, maka wajib (artinya pasti) bagi siapapun yg mengetahuinya untuk menghormati dan mengagungkan keistimewaan dan kesempurnaan mereka dengan pengagungan yg pantas atas mereka. Dan pengagungan ini adalah hal yang membuat manusia terhebat sekalipun tidak mampu menanggung bebannya. Maka apa yang tampak dari sifat basyariyah ahlu bait adalah hijab atas khususiyah mereka. MAHABBAH adalah cara awal dalam membuka lapis lapis hijab yg amat rapat ini. Dan dgn mencintai mereka, kian tampak cayaha yg akan menerangi kita dan akan menuntun kita kepada kebenaran yg nyata. Sedangkan kebencian terhadap mereka akan menampakkan kebalikannya”.

(Bahjatut Tholibin. Hb Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Hal. 30).

Di tengah masyarakat masih banyak yang belum faham mengapa sampai ada kaum atau golongan yang disandangkan predikat khusus dengan panggilan Habib, Sayyid, Syed, Syarif dll, begitupun dengan kebiasaan-kebiasaan mereka semisal dalam memilihkan jodoh buat anak perempuannya (syarifah) dengan seorang sayyid. Mungkin karena ketidaktahuan, ada juga yang bernada melecehkan, dengan mengatakan bahwa Panggilan Habib atau Sayyid adalah Panggilan Kesombongan, mengapa Nasab mereka perlu dijaga, Nasab atau silsilah dan Kafaah Syarifah hanya bentuk Diskriminasi Sosial. Inilah pandangan yang keliru yang perlu diluruskan. Semoga tulisan ini minimal sedikit menjawab itu semua.

Makna Panggilan dan Kefamilian Marga/Fam/Bangsa Dzurriaturrasul Baca lebih lanjut

Hadits-hadits keutamaan cucu Nabi ﷺ

  1. ”Ihya’ul Mayyit bifadhalil Ahlul Bayt”.

    Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy Syafi’i As Suyuthi.

    HADITS 1
    Sa’id bin Manshur dalam kitab susunannya meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair tentang firman Allah SWT dalam ayat ”Katakanlah, aku tidak meminta dari kalian sesuatu upahpun (atas seruanku) kecuali kasih sayang terhadap keluarga” QS.42:23. Ia berkata, yang dimaksud keluarga dalam ayat itu adalah keluarga Rasulullah SAW.

    HADITS 2

Baca lebih lanjut